Agar Asam Lambung Tak Kambuh, Hindari 6 Makanan Lebaran Ini

Agar Asam Lambung Tak Kambuh, Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering. Namun, bagi penderita asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), ada baiknya lebih selektif dalam memilih makanan agar tetap nyaman saat merayakan lebaran. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh national library of medicine, makanan dengan kadar lemak tinggi, pedas, dan berkafein dapat memicu naiknya asam lambung dan memperburuk gejala gerd.

Namun, bukan berarti penderita asam lambung tidak bisa menikmati hidangan lebaran. Dengan pemilihan makanan yang tepat, momen kebersamaan tetap bisa dinikmati tanpa khawatir gejala kambuh. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi serta alternatif yang lebih ramah bagi penderita asam lambung di kutip oleh kasliwalhospital.com.

Makanan Bersantan Dan Berlemak Tinggi

Hidangan seperti opor ayam, rendang, dan gulai memiliki kandungan lemak tinggi yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Studi yang dipublikasikan di world journal of gastroenterology menyebutkan bahwa makanan berlemak dapat menurunkan tekanan sfingter esofagus bawah, yang berpotensi menyebabkan refluks asam.

  • Alternatif: Pilih lauk yang dimasak dengan cara dipanggang atau direbus, serta gunakan santan encer atau susu rendah lemak sebagai pengganti santan kental.

Gorengan Dan Makanan Berminyak

Camilan seperti mendoan, pastel, dan risoles memang menggungah selera, tetapi kandungan lemak trans dalam gorengan bisa memicu peningkatan asam lambung. Studi dalam BMC gastroenterology menemukan bahwa konsumsi minyak berlebih dapat meningkatkan gejala gerd.

  • Alternatif: Jika ingin menikmati gorengan, bisa memilih versi yang dimasak dengan sedikit minyak atau menggunakan metode air fryer.

Makanan Pedas Dan Asam

Sambal dan acar sering menjadi pelengkap makanan saat lebaran. Namun, konsumsi makanan pedas dan asam berlebihan dapat mengiritasi lambung dan meningkatkan risiko refluks asam. Journal of neurogastroenterology and motility mencatat bahwa makanan pedas berpotensi memperburuk gejala gerd pada sebagian orang.

  • Alternatif: Jika tetap ingin menikmati rasa pedas, gunakan cabai dalam jumlah sedikit atau pilih jenis cabai yang tidak terlalu pedas.

Kue Manis

Kue manis cokelat mengandung methylxanthine, senyawa yang dapat melemaskan sfingter esofagus bawah sehingga asam lambung lebih mudah naik. Studi dari american society for gastrointestinal endoscopy juga menunjukkan bahwa konsumsi cokelat berlebihan dapat meningkatkan gejala gerd.

  • Alternatif: Pilih camilan lebaran yang lebih ramah di lambung, seperti kue berbahan dasar oatmeal atau puding rendah gula

Minuman Berkafein Dan Berkarbonasi

Kopi, teh, dan minuman bersoda dapat meningkatkan produksi asam lambung. Studi dari almentary pharmacology dan therapeutics menemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah tinggi bisa memperparah gejala gerd.

  • Alternatif: Nikmati minuman herbal seperti teh chamomile atau air jahe yang lebih ramah bagi lambung.

Minuman Asam

Sirup berbahan dasar jeruk atau minuman dengan kandungan asam tinggi dapat meningkatkan kadar asam lambung. Jurnal BMC gastroenterology menyebutkan bahwa makanan dengan Ph rendah dapat memperparah gejala gerd pada beberapa orang.

  • Alternatif: Pilih minuman segar seperti infused water atau jus buah rendah asam seperti pisang atau melon.

Baca juga: https://kasliwalhospital.com/


Tips Agar Tetap Nyaman Saat Lebaran

Agar tetap bisa menikmati momen lebaran dengan nyaman, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Makan dalam porsi kecil namun sering, untuk menghindari tekanan berlebih pada lambung.
  • Berikan jeda 2-3 jam sebelum tidur setelah makan agar lambung memiliki waktu untuk mencerna makanan.
  • Tetap aktif bergerak, misalnya dengan berjalan santai setelah makan untuk membantu pencernaan.
  • Minum cukup air putih, untuk membantu menjaga keseimbangan asam lambung.

Dengan sedikit penyesuaian dalam pola makan, penderita asam lambung tetap bisa menikmati aneka hidangan khas lebaran tanpa khwatir gejala kambuh. Jika gejala tetap muncul atau memburuk, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *